Rabu, 28 September 2011

KAMUT BIJAK ABOUT LOVE UNTUK PARA GALAUNISME






Ø Saat cinta itu mulai hadir, disetiap waktu ada yang mengingatkanmu.

Pagi yang cerah sudah ada yang membangunkanmu dengan sapaan “selamat pagi”,

Datanglah siang hari yang terik, dia akan mengingatkanmu untuk “jangan lupa makan’,

Dan diwaktu kesejukan sore mulai kau rasa, ia akan memberikan pesan padamu “jangan lupa mandi”,

Tak terasa kedinginan malam tiba bersamaan dengan tibanya pesan darinya yang bertanya,

“kamu sedang apa dan sudah makan belum?’.

Waktu2 kita yang di isi dengan sapaan yang sederhana membuat hari kita penuh warna disaat cinta itu baru mulai tumbuh.

Tapi apa semua itu akan bertahan lama sampai cinta itu menua dan layu?

Jawabannya hanya Allah, kau dan dia yang menentukan.


Ø Keburukan yang dibalut dengan kebaikan ternyata lebih sulit di terima,

Bahkan mendengar suaranya saja sulit bagi kita percaya kalau kata2 baik itu tulus keluar dari hatinya,

Terlebih lagi melihat wajahnya yang seolah-olah tak merasa bersalah.

Mungkin itu lah luapan kekesalan kita padanya, tapi tunjukkanlah bahwa kita mempunyai hati yang besar untuk memaafkannya & tersenyum lebar lah ketika kita melihat tingkahnya yang menunjukkan kebodohan dirinya sendiri. Untuk para player!


Ø Ketika kita berharap cinta yang datang adalah dari seseorang yang sesuai dengan keinginan hati,

Tapi Allah mengirimkan seseorang yang tidak sama dengan keinginan hati kita,

Sulit memang menerima hal itu tapi bagaimana pun Allah sudah menjanjikan wanita atau pria yang baik hanya untuk wanita dan pria yang baik pula.

Jadi, mungkin pilihan kita bukan yang baik di mata Allah!


Ø Satu keburukan yang hanya terdengar tapi tak terlihat masih bisa dimaafkan,

Dua keburukan yang terdengar dan tak terlihat mungkin bisa di maafkan,

Jika keburukan ke tiga masih terdengar walau tak terlihat akan sulit di maafkan,

Karena orang yang mendengar kebanyakan dari mereka yang melihat dari keburukan itu sendiri.


Ø Yang aku cari bukanlah pria yang memerima kecantikan fisikku,

Tapi yang aku cari adalah pria yang menerima kekuranganku.

Yang aku cari bukanlah pria yang mencintaiku karena nafsu,

Tapi yang aku cari adalah pria yang mencintai ku karena aku hamba Allah yang selalu berusaha taat pada-Nya.



Ø Yang lalu memang sulit di lupakan, karena banyak kenangan indah dan buruk di sana,

Tetapi masa depan pun harus di pikirkan, karena banyak hal yang lebih indah dan buruk menanti.

Karena di situ lah kita bisa belajar menerima yang buruk dengan cara yang indah.



Ø Cintai wanita jangan karena kecantikan ragawinya tapi cintai dia karena kecantikan hatinya.

Karena kecantikan ragawi akan pudar di makan waktu tetapi kecantikan hati akan terjaga walau waktu terus memakan usianya.



Ø Cinta memang indah, tapi jadi tidak indah jika kamu tidak mencintai orang yang mencintaimu.

Itulah harapanku, agar kau mencintaiku.



Ø Mungkin aku bukanlah tulang rusuk yang cocok untuk menciptakan kesempurnaan dalam hidupmu,

Seperti hawa yang menyempurnakan keberadaan adam di dunia ini.

Walau aku bukan seorang hawa yang tak bisa menyempurnakan adamnya, tetapi aku akan berusaha menyempurnakan keberadaan adam ku di dunia ini, tanpa aku harus mencocokkan tulang rusuk itu.



Ø Kenangan pernikahan.


Pernikahan akan menyingkap tabir rahasia bahwa istri yang kau nikahi tak seindah yang diimpikan.

Istrimu bukanlah semulia khadijah, setaqwa aisyah, setabah Fatimah & secantik zulakha.

Justru istrimu adalah istri akhir zaman yang akan melahirkan anak yang soleh dan solehah dari rahimnya.

Pernikahan akan menginsyafkan kita akan perlunya iman dan taqwa, karena memiliki suami tak searif Abu Bakar, seberani Umar bin Khatab, sedermawan Ustman bin Afan dan secerdas Ali bin Abi Thalib.

Suamimu adalah suami akhir zaman yang Insya Allah akan membimbingmu menempuh jalan yang di ridhoi Allah namun senantiasalah berikhtiar, semoga kita menjadi suami dan istri seperti mereka.



Ø Jangan salahkan aku, jika aku pergi tinggalkanmu.

Aku memang salah tapi tidak seharusnya kau balas dengan pengkhianatan dan kepura-puraan.

Ku buat kau menyesal, ketika kau sedang sangat cintanya padaku, aku tinggalkan kamu.

Cara ku ini memang salah untuk memberi pelajaran padamu, tapi sayangnya aku tak tahu lagi cara yang baik seperti apa.



Ø Kenapa aku harus tidak bisa menerima kekurangan seseorang, jika aku sendiri banyak kekurangan.

Kenapa aku harus ketakutan menerima seseorang di bawah level ku, jika aku sendiri hanya mahluk kecil yang tidak ada apa2nya dihadapan Allah.

Yang benar seharusnya adalah kita saling melengkapi dan menutupi kekurangan masing2 dengan kelebihan yang kita miliki.



Ø Jangan kau mundur disaat aku mulai terbiasa dengan hadirmu.

Berikanlah keyakinan padaku, kalau kau memang pilihan yang tepat untuk ku.

Ku uji kesabaran mu agar kau tahu, mendapatkan cinta sejati tidaklah mudah dan tidak secepat kau mendapatkan cinta yang sesaat.

Dan kelak ku hargai kesabaranmu dengan memberikan cinta ini sepenuhnya untuk mu dan ketaatan yang ku berikan jika kau memang calon imam yang baik untuk ku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Zam Zami Dini Safitri's Moment

Enjoy This Song =)